VISI, MISI DAN TUJUAN

VISI:

Terdepan dalam pendidikan, pengkajian, dan penerapan ilmu-ilmu Aqidah dan Filsafat Islam di Indonesia.

 

MISI:

  1. Mengembangkan sistem pendidikan danpengajaran di bidang Ilmu Aqidah dan Filsafat Islam secara integratif-interkonektif berbasis transdisipliner.
  2. Memperluas dan memperkaya kajian-kajian Ilmu Aqidah dan Filsafat Islam melalui penelitian multidisipliner dan transdisipliner secara berkesinambungan, berwawasan kearifan lokal, keindonesiaan, dan kemoderenan.
  3. Menyebarluaskan hasil-hasil kajian Ilmu Aqidah dan Filsafat dalam membangun peradaban Islam dan kebudayaan Islam. Memberikan konstribusi dalam menyelesaikan persoalan bangsa. Memperkaya kebudayaan nasional dengan menjalin kerjasama yang produktif dan inovatif dengan berbagai pihak dalam rangka pelaksanaan Tri Dharma PerguruanTinggi (PT), terutama dalam bidang Ilmu Aqidah dan Filsafat Islam.

 

TUJUAN:

  1. Terwujudnya sarjana Ilmu Aqidah dan Filsafat Islam yang profesional dan memiliki kompetensi di bidang Ilmu Aqidah dan Filsafat Islam secara integratif-interkonektif berbasis transdisipliner.
  2. Terwujudnya sistem pendidikan dan pembelajaran dalam kajian Ilmu Aqidah dan Filsafat Islam.
  3. Menghasilkantenaga peneliti yang unggul, terdepan dan profesional dalam bidang Ilmu Aqidah dan Filsafat Islam.
  4. Terciptanya teori-teori, hasil-hasil karya ilmiah penelitian dalam bidang Ilmu Aqidah dan Filsafat Islam.
  5. Tersusunnya kajian-kajian hasil penelitian dalam bidang Ilmu Aqidah dan Filsafat Islam.
  6. Terrealisasikannya karya-karya ilmiah dalam bidang Ilmu Aqidah dan Filsafat Islam.
  7. Tersosialisasinya hasil-hasil kajian dalam bidang Ilmu Aqidah dan Filsafat Islam.
  8. Terjalinnya kerja sama yang baik dengan berbagai pihak (stakeholder).

 

SASARAN DAN STRATEGI PENCAPAIANNYA

SASARAN:

  1. Kurikulum yang diajarkan dalam proses perkuliahan tetap up to date dan memiliki relevansi yang tinggi dengan kebutuhan masyarakat Islam di Sumatera Utara khususnya, dan umat Islam pada umumnya.
  2. Meningkatkan profesionalitas tenaga pendidik dan kependidikan secara berkesinambungan.
  3. Merekrut calon mahasiswa yang unggul dan memiliki basis keilmuan yang relevan dengan pembelajaran program studi.
  4. Meningkatkan manajemen pengelolaan/administrasi.
  5. Meningkatkan sarana dan prasarana.
  6. Pengabdian kepada masyarakat.

STRATEGI PENCAPAIAN:

  1. Meninjau muatan kurikulum dalam setiap tahun terhadap materi kurikulum pada empat tahun sebelumnya dengan melibatkan tenaga ahli.
  2. Mengadakan konsolidasi antara pengelola prodi dengan tenaga kependidikan dalam pelayanan akademik.
  3. Mengintensifkan penyelenggaraan diskusi, workshop, penelitian, sarasehan, seminar dan kegiatan ilmiah lainnya.
  4. Mengadakan sosialisasi ke sumber calon mahasiswa yang berkualitas seperti pesantren dan madrasah aliyah setiap akhir tahun.
  5. Membenahi dan melengkapi fasilitas dan media pembelajaran yang dapat memberi kemudahan bagi civitas akademika dalam proses pembelajaran.

 

Standar Kompetensi  Lulusan Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Jenjang Strata Satu (S1)

1.     Isu-isu Strategis

Isu-Isu Global

  1. Kemunculan liberalisme dan fundamentalisme di berbagai penjuru dunia Islam. Fenomena ini menuntut judgment keaqidahan sekaligus menuntut judgment rasional dan kritis berbasis Ilmu Aqidahdan Filsafat Islam.
  2. Banyaknya lahir aliran-aliran sempalan yang bertentangan dengan Aqidah Islamiyah. Persoalan ini membutuhkan solusi penguatan aqidah umat Islam.
  3. Dinamika perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memerlukan kearifan dalam berfikir dan menyikapinya, agar tidak terjebak dalam sikap “anti” atau sebaliknya “menerima tanpa seleksi”.
  4. Fenomena ”Era Baru” (New Age) di berbagai belahan penjuru dunia yang secara umum berusaha melacak kembali “kearifan” yang hilang dari peradaban kontemporer manusia.
  5. Globalisasi informasi yang memburuk dalam segala jenis informasi dan pengetahuan, sehingga setiap orang perlu kebijaksanaan tertentu untuk memfilternya.

Isu-Isu Nasional

  1. Munculnya gerakan-gerakan keagamaan baru mulai dari yang liberal hingga “garis keras” yang menuntut penyikapan yang bijaksana.
  2. Sebagai dampak dari gerakan-gerakan tersebut, muncul saling tuding, saling menyalahkan dan saling mengkafirkan, sehingga perlu kajian lebih jauh dari aspek-aspek keaqidahan.
  3. Krisis berkepanjangan yang terjadi di Indonesia memerlukan refleksi yang mendalam, sistematis dan kritis yang menjadi ciri kajian Ilmu Aqidah sebagai titik awal pemecahannya.

Isu-Isu Lokal

  1. Program Studi Ilmu Aqidah dan Filsafat Islam diharapkan dapat berperan aktif menyelesaikan berbagai penyimpangan aqidah Islam dalam masyarakat.
  2. Kota Medan merupakan kota metropolitan, kota budaya, kota pelajar, dan kota pariwisata merupakan ladang pertemuan berbagai tradisi, budaya, bahkan agama; keberagaman tersebut tentunya menuntut jawaban yang jelas dari berbagai permasalahan yang muncul pada masyarakat baik dari pendekatan keaqidahan maupun secara rasional kritis.
  3. Pembahasan tentang perubahan IAIN menjadi UIN menuntut kemampuan integrasi-interkoneksi ilmu, yang membutuhkan kemampuan analisis dan refleksi pada level Ilmu Aqidahdan Filsafat Islam.

 

Profil Prodi dan Lulusan

1. Profil Prodi

Nama Program Studi : Aqidah dan Filsafat Islam (AFI)

Fakultas : Ushuluddin dan Studi Islam

Struktur Organisasi : 

  1.  Ketua Prodi         : Dra. Hj. Mardhiah Abbas, M. Hum
  2.  Sekretaris Prodi  : Dra. Endang Ekowati, MA
  3.  Staff                     : Uqbatul Khoir Rambe,MA
  4.  Operator              : Paisal Siregar, S.Fil.I
  5.  Gelar Akademis   : S.Ag (Sarjana Agama)

2. Profil Lulusan

Profil Lulusan

Profil utama lulusan adalah praktisi, peneliti dan konsultan berbasis aqidah dan Filsafat Islam yang memiliki kepribadian baik, berpengetahuan, berwawasan luas, berakhlak mulia serta mampu menjalankan fungsinya di tengah-tengah masyarakat sesuai dengan kode etik keilmuan dan keahlian.

Profesi Lulusan

Profesi Utama : Tenaga siap pakai di bidang Aqidah dan Filsafat, seperti: tenaga bidang kegamaan pada departemean agama, peneliti, konsultan berbasis aqidah dan birokrat.

Profesi Tambahan A : Peneliti, dosen, aktivis sosial kemasyarakatan dan keagamaan, aktivis LSM, lembaga pemerintah dan lembaga keagamaan.

Profesi Tambahan B : Menjadi tenaga ahli bidang aqidah, Filsafat dan pembangunan masyarakat.

Rumusan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesi (KKNI)

1. Kompetensi Umum

Kompetensi Umum

Sesuai dengan idiologi Negara dan budaya Bangsa Indonesia, maka implementasi sistem pendidikan nasional yang dilakukan di Indonesia pada setiap level kualifikasi pada KKNI mencakup proses yang membangun karakter dan kepribadian manusia Indonesia sebagai berikut:

  1. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
  2. Memiliki moral, etika dan kepribadian yang baik dan islami di dalam menyelesaikan tugasnya;
  3. Berperan sebagai warga Negara yang bangga dan cinta tanah air serta mendukung perdamaian dunia;
  4. Mampu bekerjasama dan memiliki kepekaan sosial dan kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat dan lingkungan;
  5. Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, kepercayaan, dan agama serta pendapat/temuan original orang lain;
  6. Menjunjung tinggi penegakkan hukum serta memiliki semangat untuk mendahulukan kepentingan bangsa serta masyarakat luas.

Deskripsi generic level 6 Jenjang Sarjana (SI)

Paragraf Pertama : Mampu memanfaatkan ipteks dalam bidang keahliannya dan mampu beradaptasi dalam situasi yang dihadapi dalam penyelesaian masalah.

Paragraf   Kedua : Menguasai konsep teoritis bidang pengetahuan secara umum dan konsep teoritis bagian bidang pengetahuan tertentu secara mendalam, serta mampu memformulasikan penyelesaian secara procedural. 

Paragraf   Ketiga : Mampu mengambil keputusan strategis berdasarkan analisis informasi dan data dan memberikan petunjuk dalam memilih berbagai alternative solusi.

Paragraf Keempat : Bertanggung jawab atas pekerjaan sendiri dan dapat diberi tanggung jawab atas pencapaian hasil kerja organisasi.

2. Kompetensi Program Studi

Kompetensi Lulusan

Kompetensi Utama : Menguasai secara mendalam bidang Ilmu Aqidah dan filsafat islam.

Indikator Capaian : Memahami dan menganalisis problematika bidang Ilmu Aqidahdan Filsafat Islam. Terutama dalam masalah aliran-aliran keyakinan yang berkembang di tengah masyarakat dan implementasinya.

Kompetensi Pendukung : Memiliki kemampuan mendeskripsikan dan mengembangakan isu-isu kontemporer dalam bidang Ilmu Aqidah dan filsafat islam.

Indikator Capaian : Mampu meneliti, mengajar, memecahkan problematika aliran-aliran kepercayaan dan kema-syarakatan secara teoritis dan praktis.

Kompetensi Pelengkap : Memiliki kemampuan dalam bidang rekayasa sosial dan persoalan aqidah (keyakinan).

Indikator Capaian : Mampu mengidentifikasi problem-problem sosial dan keyakinan yang berdasarkan pemi-kiran Ilmu Aqidahdan Filsapat Islam.

 

Rumusan Capaian Pembelajaran (Learning Outcomes) Program Studi

a. Capaian Pembelajaran Bidang Sikap, Pengetahuan, dan Ketrampilan Umum Program Studi

Rumusan Capaian Pembelajaran Bidang Sikap

Setiap lulusan program Studi Aqidah dan Filsafat Islam harus memiliki sikap sebagai berikut:

  1. Bertakwa kepada Tuhan Yang maha Esa dan mampu menunjukkan sikap religius.
  2. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas berdasarkan agama, moral, dan etika.
  3. Berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan kemajuan peradaban berdasarkan Pancasila.
  4. Berperan sebagai warganegara yang bangga dan cinta tanah air, memiliki nasionalisme serta rasa tanggungjawab pada negara dan bangsa.
  5. Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama, dan kepercayaan serta pendapat atau temuan orisinal orang lain.
  6. Bekerjasama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.
  7. Taat hukum dan disiplin dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
  8. Menginternalisasi nilai-nilai, norma, dan etika akademik.
  9. Menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang keahliannya secara mandiri, dan;
  10. Menginternalisasi semangat kemandirian, kejuangan dan kewirausahaan;
  11. Menjunjung tinggi nilai-nilai Islam, etika akademik, yang meliputi kejujuran dan kebebasan akademik dan otonomi akademik;
  12. Bertanggung jawab sepenuhnya terhadap nilai-nilai Islam dan akademik.

Rumusan Capaian Pembelajaran Bidang Pengetahuan Umum

Setiap lulusan program studi Aqidah dan Filsafat Islam harus memiliki pengetahuan umum sebagai berikut:

  1. Mampu memahami konsep pengetahuan teoritik dalam bidang aqidah Islam dan filsafat secara mendalam;
  2. Mampu memahami konsep dan prinsip dasar kajian aqidah Islam dan filsafat yang benar sesuai dengan nilai-nilai dasar, norma dan etika akademik;
  3. Mampu melakukan identifikasi aliran dan paham yang melatarbelakangi kajian aqidah Islam dan filsafat;
  4. Mampu memahami metodologi studi aqidah dan filsafat yang telah dikembangkan dari periode klasik sampai dengan kontemporer;
  5. Mampu memahami pengetahuan dasar-dasar keislaman sebagai agama rahmatan lil ‘alamin.
  6. Mampu memahami konsep-konsep dasar aqidah dan filsafat serta mampu memadukannya ilmu-ilmu dasar keislaman lainnya;
  7. Mampu memformulasikan permasalahan di bidang kemasyarakatan terkait dengan permasalahan aqidah berdasarkan ajaran dan nilai-nilai Alquran;
  8. Memiliki kemampuan penguasaan pengetahuan terkait dengan integrasi keilmuan dan keislaman sebagai paradigma keilmuan.

Rumusan Capaian Pembelajaran Bidang Ketrampilan Umum

Setiap lulusan program studi Aqidah dan Filsafat Islam harus memiliki ketrampilan umum sebagai berikut:

  1. mampu menerapkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan inovatif dalam konteks pengembangan atau implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora yang sesuai dengan bidang keahliannya;
  2. mampu menunjukkan kinerja mandiri, bermutu, dan terukur;
  3. mampu mengkaji implikasi pengembangan atau implementasi ilmu pengetahuan teknologi yang memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora sesuai dengan keahliannya berdasarkan kaidah, tata cara dan etika ilmiah dalam rangka menghasilkan solusi, gagasan, desain atau kritik seni, menyusun deskripsi saintifik hasil kajiannya dalam bentuk skripsi atau laporan tugas akhir, dan mengunggahnya dalam laman perguruan tinggi;
  4. menyusun deskripsi saintifik hasil kajian tersebut di atas dalam bentuk skripsi atau laporan tugas akhir, dan mengunggahnya dalam laman perguruan tinggi;
  5. mampu mengambil keputusan secara tepat dalam konteks penyelesaian masalah di bidang keahliannya, berdasarkan hasil analisis informasi dan data;
  6. mampu memelihara dan mengembang-kan jaringan kerja dengan pembimbing, kolega, sejawat baik di dalam maupun di luar lembaganya;
  7. mampu bertanggung jawab atas pencapaian hasil kerja kelompok dan melakukan supervisi dan evaluasi terhadap penyelesaian pekerjaan yang ditugaskan kepada pekerja yang berada di bawah tanggung jawabnya;
  8. mampu melakukan proses evaluasi diri terhadap kelompok kerja yang berada dibawah tanggung jawabnya, dan mampu mengelola pembelajaran secara mandiri; dan
  9. mampu mendokumentasikan, menyimpan, mengamankan, dan menemukan kembali data untuk menjamin kesahihan dan mencegah plagiasi.

Rumusan Capaian Pembelajaran Bidang Ketrampilan Khusus

Setiap lulusan program studi Aqidah dan Filsafat Islam harus memiliki ketrampilan khusus sebagai berikut:

  1. mampu merancang dan menjalankan penelitian dengan metodologi yang benar khususnya terkait dengan pengembangan bidang Aqidah Islam dan Filsafat Islam;
  2. mampu menyelesaikan permasalahan masyarakat dan kehidupan social khususnya dalam bidang aqidah dan aliran sesat dalam agama Islam;
  3. mampu mengkaji permasalahan yang muncul di tengah masyarakat dan kehidupan social berdasarkan pemahaman Aqidah dan filosofis yang sesuai dengan ajaran Islam;
  4. mampu mengaplikasikan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan tetap menghargai kearifan local;
  5. mampu mengoptimalkan pemanfaatan IPTEKS dalam pengembangan dan penerapan kajian akademik terkait dengan kajian aqidah Islam dan filsafat Islam.